WhatsApp Image 2025-08-28 at 15.56.53.jpeg

Jumat, 29 Agustus 2025 08:38:00 WIB

0

Lewat Seleksi Kompetitif, Ilmuwan Muda UIN Sunan Kalijaga Taklukkan ICN 2025 Paris

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah akademik global. Fahrul Nurkolis yang saat ini sebagai Peneliti LPPM UIN Sunan Kalijaga, berhasil tampil dalam forum ilmiah paling bergengsi di bidang gizi, International Congress of Nutrition (ICN) 2025, yang digelar di Palais des Congrès, Paris, Prancis, 24–29 Agustus 2025.

Dalam forum yang diikuti ribuan ilmuwan dari seluruh dunia tersebut, Fahrul Bersama rekannya, Juan Leanordo, memperkenalkan penemuan senyawa baru bernama Juanleoxy Fahrulanoside (C12H23NO9). Senyawa ini merupakan hasil eksplorasi Delites, herbal asli Indonesia yang diperkaya dengan khazanah formula tradisional Tiongkok. Temuan tersebut telah dipublikasikan di Frontiers in Nutrition (Swiss), salah satu jurnal internasional bereputasi kategori Scopus Q1.

“Alhamdulillah, perjalanan saya bisa tampil di ICN 2025 ini berawal dari proses panjang riset dan publikasi ilmiah yang konsisten saya lakukan beberapa tahun terakhir. Saya aktif berkolaborasi dengan berbagai profesor dari dalam dan luar negeri, sehingga karya-karya kami dikenal oleh komunitas ilmiah internasional,” ungkap Fahrul. Pencapaian ini dipandangnya sebagai bukti bahwa dedikasi penelitian, kolaborasi akademik, doa, dan ikhtiar yang berkesinambungan dapat membuka akses menuju pengakuan di panggung ilmiah internasional.

Forum ICN sendiri dikenal memiliki proses seleksi yang sangat ketat. Abstrak penelitian yang diajukan harus melalui penilaian panel internasional dengan kriteria kebaruan penelitian, dampak ilmiah, serta relevansi terhadap isu global di bidang gizi dan kesehatan. “Tidak cukup hanya menghadirkan hasil riset, tetapi juga bagaimana riset tersebut mampu menawarkan solusi nyata dan inovasi bagi tantangan kesehatan masyarakat dunia,” imbuhnya.

Menjadi salah satu dari sedikit ilmuwan muda Indonesia yang tampil dalam sesi ilmiah resmi ICN 2025, alumni Prodi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga ini menyatakan rasa bangganya. “Di ICN 2025 memang hadir sejumlah ilmuwan Indonesia. Namun, yang berhasil mempresentasikan temuan baru dalam sesi resmi hanya dua orang, termasuk saya. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena menunjukkan bahwa karya riset anak bangsa dapat bersaing dan diakui di forum internasional yang sangat selektif,” tegasnya.

Prestasi Fahrul Nurkolis menegaskan komitmen UIN Sunan Kalijaga dalam melahirkan generasi ilmuwan muda yang mampu berkiprah di panggung dunia. Capaian ini sekaligus menjadi inspirasi bagi civitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama Indonesia melalui riset dan publikasi internasional.(humassk)